Laboratorium Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
Berita UMM
Pelatihan Manajemen Ekspor-Impor

(20/1) Mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan manajemen ekspor-impor yang diadakan di Aula BAU UMM. Pelatihan diikuti oleh 80 peserta dari program studi akuntansi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama dan kedua dilaksanakan di Aula BAU. Kemudian hari ketiga dilaksanakan di Pelindo Surabaya.

            Kegiatan pelatihan manajemen ekspor-impor ini merupakan salah satu program SADAP (studet value added) atau nilai tambah bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa akuntansi. Dengan adanya pelatihan, cakrawala berpikir akan lebih luas terbangun, yang tentunya menjadi daya saing tersendiri di dunia kerja. “Pelatihan bertujuan untuk memberi pemahaman mengenai manajemen ekspor-impor, prosedur, kelengkapan dokumen dan kegunaannya, pengenaan pajak ekspor-impor dan masih banyak lagi,” ujar Kepala Lab. Akuntansi, Sri Wahjuni L.

            Selanjutnya sambutan sekaligus membuka acara oleh Ketua Prodi Akuntansi, Siti Zubaidah berkata bahwa dalam persaingan globalisasi yang terjadi, dunia kerja semakin sempit, persaingan semakin ketat. Hal ini menjadikan perlu adanya peningkatan kualitas kemampuan baik secara soft skill maupun hard skill. Untuk itu, jurusan akuntansi mengadakan pelatihan manajemen ekspor-impor yang merupakan salah satu sarana peningkatan kualitas mutu, khususnya bagi mahasiswa akuntansi. Dengan demikian, diharapkan kesempatan yang baik ini digunakan secara bijak dan serius agar ilmu yang didapat bermanfaat dan berguna nantinya.

            Materi pertama diberikan oleh Hendro Trisulo dan Wisnuaji dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) tipe madya Malang, materi yang diberikan menyajikan perdangangan internasional, tata laksana dan dokumen ekspor impor, gambaran umum kepabeanan, kepabeanan bidang ekspor impor, fasilitas kepabeanan (custom facility).

Dilanjutkan pemateri mengenai pajak ekspor-impor yang disampaikan oleh Otto Budihardjo dari IKPI Malang. Kemudian pelatihan hari pertama diakhiri dengan materi letter of credit (LC) yang disampaikan oleh Suman Situmeang dari BCA. Pada dasarnya LC ini tidak cukup dipelajari dalam waktu singkat, jadi peserta harus terus mengembangkan kemampuan dengan modal yang sudah dipelajari di pelatihan. "WOW LUAR BIASA, Universitas Muhammadiyah Malang dapat mengadakan Pelatihan Manajemen Ekspor Impor seperti ini yang belum ada di Universitas-universitas lainnya,"ujar Kepala Biro PT. BCA Sumang Situmeang   (Han, Ruq)

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image