Short Course Akuntansi Pertambangan, Konsisten diadakan selama 6 tahun

Jum'at, 22 Desember 2017 09:31 WIB

Kamis (21/12) Laboratorium Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan salah satu program SADAP yaitu short course Akuntansi Pertambangan yang diikuti oleh 89 mahasiswa program studi Akuntansi angkatan 2014. Acara  short course Akuntansi Pertambangan diselenggarakan di Aula Teknik UMM. Acara tersebut dihadiri oleh ketua jurusan Akuntansi UMM ibu Dra. Siti Zubaidah, MM. Ak, CA, kepala Laboratorium Akuntansi UMM ibu Dra. Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak. , dan dosen-dosen program studi Akuntansi UMM. Kepala Laboratorium Akuntansi Ibu Dra Sri Wahjuni Latifah, MM., Ak. mengungkapkan bahwa short course adalah program yang dapat memberikan nilai plus yang bermanfaat  bagi mahasiswa karena short course tidak diperoleh dibangku perkuliahan. Dengan adanya short course Akuntansi Pertambangan diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan tentang Akuntansi Pertambangan, sehingga dapat membantu mahasiswa yang ingin bekerja atau membangun usaha di bidang pertambangan. Selain itu, short course diharapkan mampu memberikan add value bagi mahasiswa jurusan Akuntansi.

Pemateri short course Akuntansi pertambangan yang ke-6 ini adalah bapak Ilham Nugraha dari corporate finance and controlling senior manager perusahaan tambang emas nasional PT multi harapan utama coal mining company yang merupakan juga alumni mahasiswa jurusan Akuntansi UMM. Setelah dilaksanakan pembukaan, hari pertama pemateri memperkenalkan industri pertambangan kepada peserta, dilanjutkan dengan bagaimana pertambangan untuk disiplin ilmu non pertambangan yang membahas mengenai kegiatan eksplorasi, kegiatan evaluasi, dan kegiatan konstruksi, serta prospek industri pertambangan di Indonesia kedepannya.

Setelah membahas tentang pertambangan untuk bukan penambang selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan bagaimana Akuntansi industri Pertambangan yang membahas tentang: Standar Akuntansi keuangan dan implementasinya di industri pertambangan, penggolongan biaya dalam laporan keuangan di industri pertambangan, biaya eksplorasi tangguhan dan perlakuan akuntansinya dan perhitungan Harga Pokok Produksi dalam industri pertambangan dan pembahasan khusus. Dalam hal ini pemateri menyampaikan bahwa profesi akuntan juga ikut andil dalam proses penyelidikan sumberdaya tambang, yang tidak dapat dipastikan butuh berapa lama waktu penyelidikan sumberdaya tersebut. Berbeda dengan perusahaan industri lain yang semakin lama perusahaan itu beroperasi maka akan semakin memaksimalkan produktivitas operasi perusahaan, tetapi untuk perusahaan tambang akan semakin menurun karena persediaan untuk sumberdaya tambang akan semakin habis, dan harus melakukan penyelidikan kembali untuk mendapatkan sumberdaya tambang ditempat baru. Pemateri juga menyampaikan bahwa profesi akuntan dalam bidang industri pertambangan sedikit menjadi tantangan, karena profesi akuntan harus dapat menyesuaikan dengan operasional pertambangan, dan mengetahui bagaimana seluk beluk dari operasional tersebut.

Hari kedua short course Akuntansi Pertambangan, setelah peserta melakukan registrasi ulang, dilanjutkan dengan pemateri penyampaian materi tentang implementasi Akuntansi dalam Tahap Pertambangan – Produksi yang membahas bagaimana model biaya penambangan dan biaya lingkungan, dalam sesi penyampaian materi diselingi dengan tanya jawab antara peserta dengan pemateri. Pemateri sangat interaktif dengan para peserta yang membuat sesi penyampaian materi tidak membosankan untuk di simak dan didengarkan,  materi yang disampaikan tidak hanya melalu PPT akan tetapi juga di tambah dengan video-video bagaimana implementasinya, sehingga para peserta tidak hanya membayangkan apa yang disampaikan pemateri tetapi memahami cara kerja dan keadaan nyata yang ada dalam industri pertambangan. setelah sesi penyampaian materi peserta diberikan waktu untuk ISHOMA.

Acara selanjutnya, dilakukan kelompok diskusi yang membahas tentang pemasaran term dan perhitungan biaya. Kelompok diskusi dibentuk oleh tim panitia pelaksana short course akuntansi pertambangan. Ada 18 kelompok yang telah dibagi oleh tim pelaksana dan dalam satu kelompok terdiri dari sekitar 5 sampai 6 anggota. Pemateri memandu jalannya diskusi kelompok dengan pemberian case tentang pengakuan beban pokok produksi dengan model biaya stripping dan pengakuan beban pokok produksi berdasarkan penilaian persediaan. Pemateri memperkenankan case tersebut dijawab oleh setiap kelompok diskusi, bagaimana cara penyelesaian masalah tersebut. Setelah peserta kelompok diskusi telah menyelesaikan permasalahan tersbut, pemateri membahas bersama bagaimana cara pemecahan yang benar, dan kelompok-kelompok mana saja yang berhasil menyelesaikan sama dengan hasil pemateri, sehingga pemateri serta peserta dapat menilai sejauh mana ilmu setelah dua hari ini dilaksanakan dapat di serap oleh para peserta.

Di penghujung acara, bapak Ilham selaku pemateri menyampaikan peserta terbaik dan kelompok diskusi terbaik yang di bantu oleh tim panitia pelaksana. Untuk peserta terbaik terdiri dari 9 peserta dan untuk kelompok terbaik terdiri dari 3 kelompok. Penyerahan bingkisan kepada peserta dilakukan oleh bapak Ilham. Pemberian bingkisan tersebut dilakukan untuk memberikan reward serta motivasi terhadap peserta yang telah berpartisipasi aktif selama berlangsungnya acara short course pertambangan. Kegiatan short course telah berakhir, dan di tutup oleh MC. Setelah penutupan ada sesi foto antara peserta bersama dengan pemateri dan dilanjutkan sesi foto antara panitia dengan pemateri. Dengan berakhirnya short course pertambangan ini, semoga dapat bermanfaat untuk mahasiswa yang memiliki keinginan mengetahui ilmu pertambangan yang lebih mendalam, dan acara ini juga dapat diselenggarakan secara terus menerus untuk tahun berikutnya dan lebih baik lagi. (wrd)

Shared: