Laboratorium Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
Berita UMM
Dekan FEB bersama Ketua Prodi Akuntansi dan Wiroso Pemateri dalam SC. Syari'ah (dewan Standart Akuntansi Syari'ah) 

Sehari setelah Ujian Akhir Semester Genap di Jurusan Akuntansi FEB UMM, mahasiswa Angkatn 2010 maupun 2009 disibukkan dengan  Pelatihan  Short Course Akuntansi Syari’ah yang diselenggarakan oleh Lab-Akuntansi. Saat ini Lab-Akuntansi telah mampu menyelenggarakan SC. Akuntansi Syari’ah sampai angkatan ke-5, yang bertempat di Aula BAU kampus III UMM. Pelatihan singkat ini dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai dari Rabu, 26-Juni-2013 sampai Jum’at, 28-Juni-2013, dengan 95 peserta dari jurusan Akuntansi FEB UMM.

Diawali dengan opening ceremony yang dihadiri oleh Bpk. Wiroso (Anggota DSAS) selaku pemateri, Dekan FEB UMM Dr. Nazarudin Malik, M.Si., Ketua Prodi. Akuntansi Dra. Siti Zubaidah, M.M, Ak., dan  jajaran dosen Prodi. Akuntansi FEB UMM.

“Minimnya sumber daya manusia tidak diimbangi dengan perkembangan lembaga keuangan syari’ah yang kini semakin meluas dan berkembang pesat terutama di bidang perbankan syari’ah, tentu merupakan  peluang besar bagi kalian yang mengikuti pelatihan ini. Disini kalian akan dibekali dengan ilmu konseptual dan praktis, sehingga mahasiswa Akuntansi dapat memposisikan diri dibidang akuntansi syari’ah yang saat ini banyak dibutuhkan”, ilmu yang akan di berikan langsung oleh  yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya yakni Wiroso selaku anggota DSAS merupakan suatu keberuntungan untuk menggali sedalam-dalamnya ilmu yang hendak beliau sampaikan, sertifikat yang kelak di dapatnya tentu merupakan suatu nilai tambah saat hendak melamar kerja, namun sertifikat hanyalah sebuah kertas kosong biasa tanpa di imbangi dengan skill pada diri setiap individu yang memilikinya, sehingga imbangilah sertifikat yang dimiliki dengan kemampuan yang terus kita asa, yang nantinya akan sangat berguna di dunia kerja, teruslah belajar hingga akhir hayat terang Zubaidah saat sambutanya.

Dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nazarudin Malik menambahkan bahwa selain adanya pelatihan short course syari’ah yang meupakan salah satu program sadap juga Alhamdulillah Universitas Muhammadiyah Malang telah di buka program profesi Akuntansi yakni PPAk, yang mana di harapkan mampu menjadi nilai tambah sekaligus berkompetensi di dunia kerja nantinya. Nazarudin Malik  sekaligus membuka acara SC. Akuntansi Syari’ah.

Sesi pertama diawali dengan konsep islam dan syari’ah,  serta karakteristik lembaga keuangan syari’ah. “Dalam prakteknya ada kesenjangan yang menonjol pada lembaga keuangan syari’ah secara konseptual dan syari’ah, yang akan saya sampaikan dalam seminar ini”, Ujar anggota Dewan Standar Akuntansi Syari’ah. (ruq/mau)

Kamis, 27/06/2013 sesi III SC. Akuntansi Syari’ah dimulai pukul 08.00 membahas sedikit mengenai perbedaan bank konvensional dan bank syari’ah yang belum tuntas dibahas pada sebelumnya dan dilanjutkan dengan bahasan alur operasional bank syari’ah, kegiatan bank syari’ah, prinsip distribusi bagi hasil yang dijalankan bank syari’ah serta standar akuntansi syari’ah. Beberapa materi tersebut disampaikan secara singkat dan lugas oleh wiroso (pemateri) disambut antusias dengan berbagai pertanyaan oleh peserta. Untuk lebih memantapkan pemahaman dalam pelatihan ini juga diberikan simulasi/case study dari beberapa materi yang memerlukan perhitungan.

Sesi IV pembahasan lebih dalam mengenai produk-produk yang ada di bank syari’ah, dimulai dari akad murabahah yang merupakan akad jual beli barang dengan menyatakan harga pokok barang dan keuntungan yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Secara teoritis dan aplikasi riil dimasyarakat dijelaskan oleh pemateri untuk memberi gambaran bahwasanya, “ aplikasi akuntansi syari’ah sudah ada sejak dulu, hanya saja perkembangan teori nya baru muncul dalam beberapa tahun terakhir”, ujarnya.

Teknik-teknik pencatatan akuntansi syari’ah dengan akuntansi konvensional kurang lebih banyak kesamaan, perbedaannya ada pada nama akun untuk setiap pos transaksi dan asumsi dasar pengakuan transaksinya. Pengakuan setiap transaksinya menggunakan accrual basics dimaksudkan untuk memberikan informasi yang lengkap dlam laporan keuangan syari’ah sedangkan untuk pengakuan pendapatan bagi hasilnya menggunakan cash basics. Beberapa hal lain yang membedakan akuntansi syari’ah dan akuntansi konvensional selain ditinjau dari segi pencatataannya ialah persamaan dasar, komponen laporan keuangan. Persamaan dasar  akuntansi konvensional adalah assets = liabilities + equity, sedangkan akuntansi syari’ah adalah assets = liabilities + dana syirkah temporer + equity. Komponen laporan keuangan akuntansi konvesional ada 5 komponen, sedangkan laporan keuangan syari’ah ada 8 komponen.

Untuk mencairkan suasana dan merefresh kembali semangat peserta, diberikan door price yang dipandu lutfi selaku panitia dengan memberikan 3 pertanyaan kepada 3 peserta yang berhasil menjawab. Dilanjutkan dengan pembahasan produk syari’ah akad salam yakni akad jual beli barang pesanan yang pengiriman barang nya ditangguhkan dan pelunasannya dilakukan segera diawal atau sebelum barang yeng dipesan diterima. Akad jenis ini biasanya dilakukan pada sektor pertanian, budi daya ikan dll. akad istishna’ yang juga merupakan akad jual beli gabungan antara akad murabahah dan akad salam, karena pada akad ini barang yang di perjual belikan ditangguhkan penyerahannya dan pembayarannya dilakukan sesuai kesepakatan. Sebagai contoh usaha konstruksi. Teknik pencatatan ketiga akad ini tidak jauh berbeda.

“Hambatan yang mendasari aplikasi akuntansi syari’ah adalah paradigma masyarakat yang belum beralih dari konsep konvensional ke konsep syari’ah”, ungkap anggota dewan standar akuntansi syari’ah ini. Seiring dengan perkembangan akuntansi syari’ah, banyak akademisi yang mulai mengkaji akuntansi syari’ah melalui penelitian-penelitian, review jurnal, dan buku-buku yang terkait dengan akuntansi syari’ah. “ Kedepannya, saya berharap setelah adanya pelatihan ini akan muncul penelitian-penelitian dan jurnal tentang akuntansi syari’ah yang kalian buat, ini demi perkembangan ilmu pengetahuan dan bukti syukur kita kepada  Allah SWT atas akal yang amanahkan kepada kita, jangan mngharapkan imbalan dari usaha dan kerja ini, karena Allah SWT menjanjikan pahala yang tidak ada putusnya kepada siapa saja yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan sepanjang ilmu tersebut tetap dimanfaatkan.

Sebelum mengahiri pelatihan, wiroso berbagi beberapa pengalaman nya ketika menjadi pegawai bank sampai saat ini menjadi dosen terbang diberbagai wilayah di indonesia, dan berpesan “ jangan sampai menolak pertanyaan dan ajakan diskusi, karena dari dua hal tersebut kita akan mendapat lebih banyak lagi pengetahuan-pengetahuan baru. Ibarat gelas dengan air setengah penuh diisi lagi dengan air sampai penuh”. (Md/Mau) 

 

 

 


Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image