Laboratorium Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
 

Perkembangan akuntansi yang melaju cepat memerlukan tanggapan yang cepat pula dari kalangan akademisi, khususnya mahasiswa akuntansi. Karena itu, 85 mahasiswa akuntansi UMM, Sabtu (6/12), mengikuti short course akuntansi syariah yang diadakan oleh Laboratorium Akuntansi.

Program yang dirancang untuk memberikan nilai tambah kepada mahasiswa akuntansi ini sudah berlangsung selama 6 tahun. Adi Prasetyo, selaku Sekretaris Prodi Akuntansi menyatakan, short course ini merupakan tahun ke-6, artinya sudah 6 tahun kita melaksanakan program ini dengan konsisten. Adi berharap supaya program ini melahirkan akuntan-akuntan syariah di tengah persaingan global. Terutama untuk mampu bertahan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang hanya dalam hitungan minggu akan kita hadapi.

Atas dasar itu, short course akuntansi syariah yang diadakan selama dua hari (sabtu-minggu) ini diharapkan tidak hanya sekedar ajang memperoleh sertifikat, tetapi juga sebagai wadah yang secara konsisten meningkatkan kreatifitas dan keilmuan mahasiswa akuntansi secara khusus di bidang akuntansi syariah. Short course ini diadakan di Gedung Aula Teknik GKB III UMM.

Selain dihadiri oleh Sekretaris Prodi Akuntansi, hari pertama pembukaan short course ini dihadiri pula oleh para dosen senior akuntansi, seperti Dhaniel Syam dan Sri Wibawani. Mulai hari pertama, short course ini langsung menghadirkan tenaga-tenaga profesional yang berkompeten untuk menjadi pemateri selama dua hari. Di antaranya merupakan praktisi di Bank Muamalat dan Pegadaian Syariah.

Dengan pemateri yang telah berpengalaman dalam praktek akuntansi syariah, short course ini menjadi sangat berkualitas. “Seru! Diajari analisis pembiayaan yang selama ini gak ada di mata kuliah. Jadi, yang ikut short course ini sudah siap jadi analis kredit,” tutur Luky, peserta short course.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini bersifat ringan namun sangat penting untuk diketahui. Tidak hanya teknis dalam hitung-menghitung, konsep dasar pun menjadi prioritas dalam penyampaian materi agar tidak terjebak dalam memahami antara akuntansi syariah dan akuntansi konvensional.

Reza, yang pernah menjabat sebagai Account Manager SME Financing BMI Cabang Malang tahun 2009, mengisi materi tentang perbankan syariah dan secara khusus melakukan overview. Menurutnya, banyak perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah. Terutama landasan prinsip syariah yang diterapkan.

Selain itu, dia menjelaskan keunggulan operasional bank syariah antara lain tidak memastikan besaran return dalam menjalankan usahanya, tidak mengenal bunga sebagai parameter balas jasa finansial, bagi hasil dilakukan dengan cara menetapkan porsi pambagian keuntungan (nisbah), tidak akan pernah menghadapi negative spread, serta aktivitas usaha yang dilakukan atas dasar prinsip kesetaraan, keadilan, dan keterbukaan.

“Bank syariah adalah bank yang bertahan pada saat krisis, berbeda dengan bank konvensional. Tahun 2018 nanti kita akan mengalami krisis, akan tetapi bank syariah tidak perlu khawatir,” papar Reza di tengah-tengah penyampaian materinya.

Peserta yang sangat antusias memperhatikan materi membuat suasana intelektual di dalam aula menjadi penuh konsentrasi. Tidak jarang pula peserta mendapat kenduran syaraf karena guyonan ringan yang disampaikan pemateri di sela-sela keseriusannya.

Pada hari kedua, short course dimulai pukul 08.00 WIB. Meskipun minggu bagi sebagian besar orang adalah hari untuk bermalas-malasan, peserta short course justru semakin meningkatkan semangat. Materi dari Pegadaian Syariah yang diberikan di pagi hari disantap dengan semangat. Kemudian pada hari kedua ini, peserta mengerjakan kasus yang diberikan di akhir short course. Peserta belajar melakukan analisis terhadap karakter nasabah yang akan melakukan transaksi pembiayaan. Dalam pengerjaannya, kasus ini dibimbing langsung oleh pemateri dari Bank Muamalat.

“Sangat menarik, short course ini menambah wawasan di luar perkuliahan,” kesan yang disampaikan Fachrudin, salah seorang peserta, sewaktu diberikan souvenir oleh Bank Muamalat.

Kemudian acara penutupan pada minggu sore menandakan berakhirnya short course ini. Acara langsung ditutup oleh Lutfirrahman, dosen muda yang menjabat sebagai Ketua Operasional Laboratorium Akuntansi. Setelah itu, baik peserta maupun pemateri berfoto ria dalam sesi foto. Sebelum pulang dan meninggalkan aula, peserta mendapatkan makanan ringan yang disiapkan oleh panitia. (han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image