Diskusi Umum: Penghindaran Pajak, Strategi Perusahaan

Jum'at, 11 April 2014 15:17 WIB  

Berita UMM
Pemateri, Gina Harventy (kanan), Eny Suprapti (tengah), Moderator Fithriyani (kiri)

 

Diskusi umum yang menjadi kegiatan rutin laboratorium akuntansi diadakan lagi pada Rabu (2/4). Kali ini Gina Harventy, M.Si dan Dra. Eny Suprapti, MM, Ak. diundang untuk menjadi pembicara. Seperti diskusi yang lalu, ruangan laboratorium 1 penuh oleh asisten lab akuntansi dan para dosen program studi akuntansi, ditambah lagi pada kesempatan ini dosen-dosen senior turut hadir.

Gina menjadi pembicara pertama dan membahas tentang penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Kebanyakan perusahaan menggunakan Tax Plan sebagai strategi agar pajak yang dibayarkan oleh perusahaan menjadi lebih sedikit. “Perencanaan pajak bukan merupakan pelanggaran hukum, melainkan strategi perusahaan,” papar Gina. Perusahaan melakukan manajemen dalam menilai akun-akun yang termasuk ke dalam pendapatan dan beban.

Perencanaan pajak ini tidak bisa dilakukan hanya dengan keahlian di bidang akuntansi, keahlian di bidang hukum juga sangat diperlukan karena perpajakan didasarkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya Eny membahas perpajakan dalam kaitannya dengan akuntansi syariah. Dosen yang ahli dalam bidang perpajakan ini memaparkan materi dalam slide power point-nya dengan santai dan serius. Suasana semakin antusias ketika sang moderator, Fitri membuka sesi pertanyaan.

Beberapa dosen mengemukakan pendapatnya dalam sesi ini, baik berupa pertanyaan, sanggahan, atau pun tambahan. Sehingga kajian diskusi menjadi semakin dalam dan luas. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak jarang memancing tawa hadirin diskusi di ruang itu karena joke-joke relevan yang disisipkan oleh penanya. Karena waktu istirahat terbatas dan peserta diskusi harus menunaikan shalat dhuhur sebelum melanjutkan aktivitas akademik di kelas, Fitri menutup sesi pertanyaan sekaligus mengakhiri pertemuan diskusi yang berlangsung santai dan serius itu. (Han)

 

Shared: