Laboratorium Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang
 

Bekerjasama dengan IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia), di awal tahun 2015 Laboratorium Akuntansi kembali mengadakan salah satu program SADAP  (Student’s Added Value Programs) yakni Brevet Pajak A, B, dan C.

Program brevet pajak tahun ini sedikit berbeda dengan brevet pajak yang telah dilaksanakan tahun lalu, karena brevet pajak tahun ini diadakan lebih lama yakni hampir empat bulan mulai dari tanggal 16 Maret 2015 hingga 9 Juni 2015 dan diikuti oleh 75 mahasiswa akuntansi semester VI.

Tidak jauh berbeda dengan brevet pajak tahun lalu materi yang disampaikan oleh pemateri dari IKPI meliputi pengantar hukum pajak, KUP (Ketentuan Umum Perpajakan) / PPSP / PP, PPh (Pajak Penghasilan) orang pribadi, PPh (pajak Penghasilan) Badan, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), BM, BPHTB, Akuntansi Pajak (tax planning), Pot/Put (Potongan / Pungutan), PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah), Pajak Daerah, Pemeriksaan dan Kode Etik ,serta Pajak Internasional.

Materi-materi tersebut disampaikan langsung oleh pemateri ahli dari IKPI Malang. Satu per satu materi brevet pajak diisi oleh satu pemateri ahli yang berbeda-beda sehingga peserta dapat memperoleh ilmu dan wawasan dari pemateri yang memiliki pengetahuan perpajakan dan pengalaman di lapangan yang berbeda-beda pula. Pemateri-pemateri dari IKPI tersebut diantaranya adalah Mardiyanto, Suwito, Sugiharto, Arsanto, Carmadi, I Gede Arianta, Budi Utomo, Suhartini Karjo, Supriyatmi Kuntari, Ali Irfan, Usdiarko, Didik, dan Otto Budiharjo

Setelah menjalani pelatihan brevet pajak selama empat bulan, peserta brevet harus mengikuti workshop dan ujian akhir brevet untuk memperoleh sertifikat brevet pajak. Sertifikat bervet yang diterima oleh peserta pada nantinya adalah sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh IKPI bukan dari Laboratorium Akuntansi.

Sertifikat brevet pajak berisi kriteria sangat memuaskan, memuaskan, dan cukup memuaskan. Untuk memperoleh kriteria sangat memuaskan peserta brevet harus belajar ekstra  dan lulus ujian brevet karena penilaian peserta dilakukan langsung oleh IKPI bukan dari Laboratorium Akuntansi. Akan tetapi, bagi peserta yang tidak lulus ujian brevet IKPI tetap memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti ujian remidial sehingga peserta tetap bisa untuk memperoleh kriteria sangat memuaskan.

“Saya dan teman-teman saya mengucapkan terima kasih sebelumnya kepada para instruktur pelatihan brevet pajak ini yang telah memberikan ilmu perpajakan beserta kasus-kasus perpajakan yang sering terjadi di lapangan. Harapan kami setelah mengikuti pelatihan brevet pajak ini adalah kami lebih bisa dalammengaplikasikan ilmu perpajakan tersebut dalam praktik di lapangan agar tidak bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak,” pesan Khudaifa, salah seorang peserta Brevet.

Mahasiswa dari akuntansi kelas VI C ini juga menyampaikan kesan ,” selama mengikuti pelatihan brevet pajak ini yang berlangsung selama lebih kurang empat bulan lamanya memang cukup melelahkan karena pelatihan berlangsung di malam hari. Kendati demikian pelatihan ini cukup menyenangkan karena pembawaan instruktur dalam menyampaikan materi sangat jelas dan teman-teman baru yang asik dan ramai juga menambah suasana pelatihan brevet ini menjadi tidak membosankan”.

Program pelatihan Brevet Pajak ABC ini rencananya akan konsisten diadakan setiap tahunnya dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh Laboratorium Akuntansi selaku fasilitator serta pembaharuan materi-materi yang akan disampaikan kepada peserta oleh IKPI karena ilmu perpajakan merupakan ilmu yang dinamis yang selalu berubah-ubah seiring dengan perubahan peraturan perpajakannya. Selain itu, dengan adanya pelatihan brevet pajak ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa akuntansi UMM di dunia kerja kelak. (yti)

 

 
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image