AKUNTANSI SYARIAH MENJADI TEMA PEMBUKA DISKUSI RUTIN LAB AKUNTANSI 2017

Rabu, 14 Juni 2017 12:04 WIB

Diskusi rutin laboratorium akuntansi merupakan kegiatan yang diadakan oleh laboratorium akuntansi setiap satu bulan sekali dalam rangka membuka wawasan dan membahas isu – isu terkini. Diskusi ini melibatkan seluruh dosen dan asisten jurusan akuntansi. Setiap dosen Jurusan Akuntansi nantinya diberikan kesempatan untuk menjadi penyaji dalam diskusi rutin ini, penyaji akan menyampaikan materi yang terkait dengan tema yang diangkat untuk kemudian di presentasikan.

Dalam diskusi kali ini,  tema yang diangkat adalah Akuntansi Syariah, terdapat 2 penyaji yang memaparkan materi dan nantinya akan ditanggapi oleh para peserta diskusi yang terdiri dari para dosen dan asisten. Seperti biasa, ruang lab 2 yang kali ini menjadi tempat diskusi dipenuhi oleh dosen jurusan akuntansi dan para asisten laboratorium akuntansi, turut hadir pula para dosen senior yang menjadikan suasana diskusi semakin hidup.

Dr. Masiyah Kholmi menjadi pembicara pertama dan membahas tentang sejarah akuntansi syariah. Selama ini yang diketahui oleh masyarakat umum bahwasanya akuntansi adalah suatu bidang keilmuan yang diciptakan dan dilahirkan dari bangsa barat. “Akuntansi selama ini dipahami sebagai ilmu yang dilahirkan dari tangan seorang tokoh barat Luca Pacioli, namun kenyataanya ia hanyalah orang pertama yang melaporkan teknik pembukuannya” papar beliau. Kenyataanya dalam islam telah memberikan suatu persuasi normatif tentang tata cara pelaksanaan transaksi yang benar dan adil. Tertulis dengan jelas dalam surat Al – Baqarah 282 yang kemudian dijadikan acuan dalam terwujudnya akuntansi syariah.

Selanjutnya Drs. Adi Prasetyo membahas tentang aplikasi akuntansi syariah. Dalam hal ini beliau mencoba untuk menggambarkan tentang aplikasi akuntansi syariah yang ada di masyarakat. Yang menjadi pokok bahasan dan sekaligus menjadi contoh adalah akad kerjasama Murabahah. Dalam pengaplikasianya Murabahah yang pada dasarnya adalah akad kerjasama sering berubah fungsi menjadi akad pembiayaan, dan tentu hal ini menjadi tidak sejalan dengan akad asli murabahah. Selain itu, dijelaskan pula tentang PSAK yang mengatur transaksi mudharabah dan bagaimana pencatatanya.

Suasana menjadi semakin antusias ketika sang moderator, Febri membuka sesi pertanyaan. Beberapa dosen memebrikan feed backdalam sesi ini, baik berupa saran, pertanyaan ataupun sanggahan. Kajian diskusi menjadi semakin dalam dan luas, pertanyaan – pertanyaan yang diajukan dijawab satu – persatu dan ditanggapi dengan baik. Diskusi diakhiri oleh Febri selaku moderator karena para peserta harus menunaikan sholat ashar dan kembali melanjutkan kegiatan. (Thl)

Shared: